Mendidik generasi di ruang kelas, merangkai logika di balik layar kaca, ditemani hangatnya kopi dan nikmatnya silaturahmi.
Keseharian saya adalah berdiri di depan kelas, membagikan ilmu dan menuntun pemikiran siswa. Namun, di balik itu, saya adalah seorang pembelajar seumur hidup yang menemukan harmoni dari empat elemen dasar kehidupan saya.
Bagi saya, teknologi dan spiritualitas tidak pernah bertolak belakang. Mereka saling melengkapi. Ngaji memberi saya arah, kopi memberi saya energi, ngobrol memberi saya perspektif, dan programming memberi saya ruang untuk berkreasi tanpa batas.
Mencari ketenangan batin dan asupan spiritual. Ngaji mengingatkan saya bahwa setinggi apa pun logika manusia, ada Sang Maha Mengetahui yang menuntun arah hidup.
Lebih dari sekadar minuman, ini adalah ritual pagi. Kopi hitam tanpa gula adalah bahan bakar terbaik untuk tetap fokus saat memeriksa tugas siswa atau memecahkan bug.
Manusia adalah makhluk sosial. Bertukar pikiran, mendengar cerita murid, atau diskusi bareng developer lain selalu membuka perspektif baru dan menjaga empati tetap hidup.
Di mana logika bertemu kreativitas. Menulis baris kode adalah cara saya menerjemahkan ide abstrak menjadi solusi digital yang dapat membantu banyak orang.
— Filosofi Hidup
Tertarik untuk berkolaborasi dalam project pendidikan, diskusi seputar koding, atau sekadar menikmati kopi bareng? Jangan ragu untuk menyapa!